Prologue
31.08.2003. FEUI Depok.
I don’t have any idea when chuchos was assembled. It stands for Cucusan Community. But what I remember that this date was the 1st day we commenced the amazing journey in our frantic campus.
For others, perhaps it’s just ordinary daily moments. But for me, it’s like a reminder that God gives men their most precious thing: friendship.
Content
1. Membersihkan kosan Subi berjamaah
Hari itu adalah hari pertama masuk di semester 3 or 4 kalo ga salah.
Aku masih ngekos di kepodang. Sampai sekarang hal ini masih merupakan misteri buatku: kenapa kosanku banyak JAMURnya?? Mereka bersarang terutama di lemari baju dan kamar mandi.
Bahkan komik Legend of Condor Heroes dari Jingga pun lgsg berjamur setelah semalam dikamarku.
Thanks for dewi & citbol yg sudah membersihkan lemari baju yg perlahan2 dimakan rayap.
2. FKUI: We know how to heal
Malam itu kami menunggu kedatangan temannya om hep dari bandung yg membawakan 200 buah kaos yg telah dipesan anak2 FKUI. That was my first entrepreneurship.
Dengan mobil accord biru Bagus yg AC dan power window ga nyala, kami menembus malam jkt untuk menuju Stat. Jatinegara.
We were four: gue, bgs, om hep, aa raya (yg pasrah kami culik).
Suddenly, di tengah jalan perutku berontak... dengan tangkasnya Bagus sbg supir dan om hep sbg navigator menikuk mobil kearah pom bensin terdekat untuk mengantarkanku b*ker.
Perjuangan belum berakhir,karena kaos yg dipesan ukurannya salah semua (what the f...?!! )
OMG, so,, what should we do? ----->We cut all the size tags on the shirts and make our own size version!!!!
Hasilnya -> perdebatan bagus dgn slh1 anak fk yg berujung Rp 10.000 utk bayar ngecilin kaos.
(note: deep apologize for all FKUI’s students)
3. Citbol was trapped!!
It was very ridiculous, ga penting, & annoying. I forget the detail, correct me if I’m wrong.
Korban bernama Citbol.
TKP : Kepodang 2 kosan om hep
Waktu : Malam hari jam 8 hari kerja
Detail kejadian :
One day citbol meminjam kunci om hep untuk masuk ke kamarnya.
I don’t know where but om hep was gone at that time. When she woke up and wanted to go outside, kuncinya lupa ditaro dimana tenggelam oleh kamar om hep yg super complex full of details.
Citbol sempat mencoba berkomunikasi dgn anak teknik, meminta tlg untuk memberitahu anak2 yg sdg berkumpul di kosan subi untuk membebaskannya.
Apakah kami berhasil membebaskannya?? - no indeed!!,
We prefer to make her as tontonan massa, merekam citbol yg berteriak 2 melalui kamera om hep, dan asik mendiskusikan “kok ada ya orang kaya gini?” instead getting her free.
4. Dewi’s Bithday
Again, kepodang 2 menjadi TKPnya. Malam itu kami menyiapkan kue ultah kejutan untuk dewi.
Sbg pengalih perhatian, dewi diajak mbah kemana gitu (pada saat itu dewi msh ada kisah dgn mbah) menjauh dr kepodang, while we were preparing the details there.
Alkisah mission accomplished. Kue sukses dibagi2kan. Tiada chuchos tanpa gelak tawa. Masalahnya pada kapan dan dimana kami bs tertawa2.
Tersebutlah Pak Haji, tokoh masyarakan sekaligus politikus lokal partai berlambang Ka’Bah sbg pemilik kosan yg merasa terannoyed oleh canda tawa di ultah dewi.
Tak disangka tak dinyana entah muncul dari mana tiba2 Pak Haji sudah bergabung dgn kami di teras kepodang 2.
Alih2 ingin minta potongan kue ultah, Pak Haji berteriak kpd kami: “Dasar IP pas-pas an!! Bikin ribut aja!!”
Well, my concern here adalah bukan masalah pada frase keduanya:” bikin ribut aja”
tapi frase pertamanya: “IP pas-pas an!!”...
Bwangg, from where he could know???
5. Ban Bagus mBledus (3B)
Akibat ganasnya ujian tengah semester, kami 2 bujang dan 1 janda lokal (gue, bagus, citbol) ingin sedikit meringankan beban pikiran dgn berwisata ke danau UI.
Setelah diselingi dgn curhat2 melankolis citbol, kami memutuskan untuk pulang. Perjalan pulang pun tidak begitu mulus karena kami harus berhadapan dgn satpam kampus yg sdg melakukan razia dan mengira kami adalah mas2 dan mba2 kampung yg sdg pacaran di danau (plis deh pak, kami kalo mau pacaran juga liat2 dulu pasangannya =p )
Demi alasan efisiensi dan efektifitas, kami memutuskan untuk menaiki secara bersamaan dan berboncengan sang karisma bagus 100 cc.
Ada satu faktor esensial yg kami lupakan saat itu: MASSA TUBUH.
and what did we pay for that? -> Ban mletus secara tiba di jembatan sungai antara PSJ – FE!!
Sisi positifnya,, even sudah meletus kami bs tertawa2..
Subi, Bagus, Citbol = Dumb & Dumber.
6. Cream Soup of E
Alkisah hiduplah seorang putri yg pesonanya berhasil menaklukan beberapa pemuda high quality FE. Sebut saja pemuda2 tsb (bukan nama sebenarnya) : Bean, Obek, Edja, Anggi dan Awenk.
Karena merasa “has been used” (tapi selalu saja disangkal sampai sekarang) oleh sang putri tersebut, pemuda2 tsb dan kami para Chucho(konsekuensi dari pakta pertahanan Chucho: yg satu diserang, yg lain ikut diserang) berniat untuk membalas perbuatannya.
Akhirnya,, keluarlah hukuman yg setimpal: Menyebut namanya sbg “Dia yg Namanya Tidak Boleh Disebut”. Untuk alasan simplifikasi, kami mengakronimkan dengan sebutan E,dgn menjulurkan lidah.
Akibat daya komunikasi Chucho (a.k.a gossip.red) yg kuat dan luas, penyebutan itu meluas kemana2, hingga yg bukan anggota Chucho pun dan tidak ada hubungan apa2 dgn sang putri pun ikut2an mengikuti kami.
Dengan didasari perdamaian dunia, kemanusiaan, dan dampak yg sudah parah meluas, Edja menghentikan hukuman itu. Edja membuat pasal: “Barang siapa yg sengaja or tidak sengaja keluar dr mulutnya kata terlarang “E”, maka dia harus mentraktir Cream Soup”.
Dan hanya 1 org yg benar2 melaksanakan pasal tsb (mentraktir Cream Soup maksutnya), yaitu awenk.
7. Astri’s Birthday
Ini agak mirip dengan nomor 4. TKP berlokasi di Kosan Bean yg pada saat itu msh ngekos di depan Dunor, bersebelahan dengan kamar Edja yg super panas, dan dekat dengan salah satu warung makan plg berpengaruh di kutek : Ibu Tiri.
Tersebutlah pesta kejutan untuk Astri, kami sukses menyiapkan kue ultah lngkp dengan segala pernak perniknya.
Terbawa oleh euphoria pesta kami tertawa2 sepanjang malam.
Tiba2, dari jalanan dibawah kami diteriaki oleh penduduk setempat agar jangan ribut!! Penduduk tsb dgn mudahnya bs melihat apa yg terjadi di dalam kamar karena Kamar Bean yg menghadap ke jalan .
Panik oleh teriakan tsb, dengan tangkasnya sepersekian detik om hepi mematikan lampu kamar dan menyuruh semua org diam tidak bersuara.
Hasilnya -> Nice try hep, we forgot to close the door.
8. Dugem by 7/24
Malam itu adalah pertama kalinya aku merasakan dunia gemerlap Jakarta.
Dengan membawa free pass yg dibagi2kan oleh om hep, kami pergi ke acara clubbing yg diorganized by 7/24 party organizer.
Karena diiming2i akan adanya striptease, kami para pria berjamaah berangkat dgn tiga mobil (kijang hitam Om Hep, blazer hijau tua Aweng,dan jazz gold Edja).
Gayung tidak bersambut, yg ada malah 3 penari mba2 bergelambir plus 1 penari cowo berkaus jaring2 mirip mas2 pitnes.
Setelah menari, salah seorang penari mendekat ke kerumunan kami memperkenalkan dirinya.
Yang menjadi pertanyaan adalah hanya ada satu orang yg didekati olehnya karena mungkin dianggap “dewasa” dan “serius”: Danang.
Pesta yg diharapkan penuh sesak dan meriah oleh kerumunan orang2, malah berakhir sepi dgn cepat. Aku masih sangat ingat pada waktu perjalan pulang, sempat mampir ke Taman Lawang, mencoba menepi, menawar banci. -> pathetic =(
9. The one and only: Wisma Asri
Wisma Asri adalah kos2an milik pengusaha muda teman kita: Nugroho Gardono a.k.a Downie. Disanalah markas chucho selanjutnya dipindahkan setelah kosan subi diserang wabah jamur dan kosan om hep di kepodang 2 dinilai kurang kondusif lagi.
Wisma Asri menjadi saksi bisu perjuangan Chucho melawan UTS & UAS. Kami menyatukan kekuatan, membawa seluruh amunisi. Namun apa yg terjadi? Kami melewatkan malam dgn tawa dan pesta. Lelah kemudian tertidur. Esoknya, kami terbangun panic karena ujian 1 jam lagi!!!
Wisma Asri juga tmpt diselenggarakannya pesta2 ultah/taun barunya Chucho. Masih terngiang di ingatanku ketika ultahnya bagus, aku dan dewi memasak mie omelette dengan “Secret Recipe” yang msh aku dan dewi simpan sampai skrg.
Di Wisma Asri jg bermukin KeraUna di kamar ujung sebelah pavilion Downie, dan kamar mungil Edja yg complex full of detail yg pergerakanku menjadi destruktif apabila aku berada di dalamnya.
10. The Local Taipan : Warsin
Siapa yg tak kenal Warsin (Warung Shinta). Dengan cengkramannya yg menggurita terhadap bisnis rumah makan di kutek, warsin menjadi biggest player di industrinya.
Dua tokoh paling berpengaruh di dalam Warsin Co. adalah si Ibu Warsin: wanita paruh baya bebadan montok dgn rambut selalu digelung kecil dan berpakaian Can You See dan seorang wanita muda pewaris tahta Warsin Empire: Mba Ani (anaknya Si Ibu).
Enak dan murah meriah, adalah competitive advantage dari Warsin.
Akan tetapi sayang sekal Warsin pernah diterpa gosip miring yg dihembuskan oleh salah satu internal member chucho, beinisial O.H., yg mengatakan Secret Recipe dari Warsin adalah K _ R I N G _ T dari Si Ibu Warsin akibat sering menggunakan baju Can You See.
Kami pernah mendata, terjadi penurunan sales 40% akibat rumor yg masih belum bs dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Epilogue
Glad to hear all of you are fine guys. I passed a lot of valuable moments since being here apart from you all.
Mengutip perkataan seorang teman,,,, “We’re just good people working on being great”
So, be great ok!
Sunday, September 6, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment